Asima Syifasalha Irsha
:D :D how cute are youu :) :*
Di antara tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa. “(HR. Al Hakim)
membaur tapi tidak melebur.
nasihat pagi ini yang saya terima, pilihlah orang2 terbaik dari orang2 yang baik di sekitarmu. bukan berarti kau harus pilah pilih teman, memang benar dalam berteman kita harus memilih. tetapi “kau tidak akan mungkin belajar banyak hal dari seseorang yg selalu benar”
kurang lebih seperti itu, jika kau sekarang mempunyai 1000 teman. ambilah 1000 kebaikan dari seluruh temanmu, dan jadikan kesalahan temanmu (dan kesalahan kita) menjadi pelajaran.
dan kutitipkan di setiap doaku sehabis sholat, untuk mendoakan mereka teman2ku… semoga Allah selalu menjaga persaudaraan kita.. meneguhkan hati kita, mengingatkan selalu dalam kebaikan…. melembutkan hati kita dalam menerima dan menjalani ketentuan Allah. ya Rabb kumpulkan kami di jannahMu…

Space: Hati-Hati Penipuan Kabar Darurat via Ponsel
Tahun lalu keluarga saya pernah dikabari via ponsel oleh seseorang yang mengaku polisi yang menyatakan Ayah saya mengalami kecelakaan mobil dengan keadaan koma di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, kebetulan yang menerima telepon ialah Bunda. Tentu saja beliau sangat sedih, kaget, dan bingung…
Source: eprimasatya
Alhamdulillah for the blessing that is water. So often taken for granted.
Source: handa
Answer
Dengan menelan ludah kenyataaan yg terasa pahit.
Ini semua benar2 tentang melipat hati, kejadian yg tidak sama 2 tahun yang lalu, pertengkaran kecil yg terjadi setiap waktu.
Ahhh **** mungkin hrs byk tanda bintang saat benar2 marah.
Mhmmm
Marah?
Kenapa?
Mendapati kenyataan dan sesuai harapan? Itu kecewa mungkin, kecewa atas dasar apa?
Teringat komen salah satu teman dekat sedekat kuku jari dan jari jemari berada.
Bahwa pertemanan dan persahabatan memang tak perrnah punya perjanjian di atas materai bahwa KAU akan saling ADA untuk salah satu pihak.
Ini masalah ikhlass
Ahh, 1 kata itu susah untuk dijelaskanny.
Yakin susah, atau kau takut mendeskripsikanny shafira?
Takut apa?
Takut didapati bahwa ternyata aku blm ikhlas.
Dulu kupikir mendapati penerimaan yang ckp baik dr lingkungan adalah kado termahal dr Allah yg diberikanNya setelah ribuan nikmatNya datang.
Dan ternyata dibalik nikmat ada ujian, dan dibalik ujian ada nikmat.
Skrg seberapa pintarnya kau menyusun potongan2 lego yg telah diberikanNya.
Soal ujian tidak pernah salah, justru yang dinilai itu jawaban (sikap) kita dlm menjawab pertanyaanNya.
Bagaimana mengatur agar pengharapan tidak tinggi dan memahami konsep keikhlasan dgn baik?
Mhmmm bukan teori
Teori teori teori
Tapi implementasi langsung ke hidupmu!
Itu yg kau perlukan.
Percuma hidup dlm kumpulan akuarium teori, dan ternyata selama ini kau berenang dalam kepalsuan.
Bergerak!
Let’s walk to the talk
Yapsss bangkit, more wise (indeed)
Bagaimana anda melihat bencana? Anda lihat dengan matahati anda sendiri-sendiri: Jika anda sedang dalam gairah mencintai Allah dan RasulNya, matahati akan memandang betapa agungnya Asma dan SifatNya. Jika anda sedang alpa dan lalai, menuruti kepentingan nafsu diri, itulah bentakan-bentakan Ilahi kepada anda. Jika Anda dalam kondisi sangat miskin secara duniawi, padahal anda dekat denganNya, itulah cara Allah menyelamatkan diri anda. Jika anda sedang berkecukupan, tetapi harta anda menumpuk bagai sampah di peti kekayaan anda, itulah cara Allah mengingatkan agar anda mengeluarkan kotoran-kotoran harta anda. Jika anda sedang bercahaya bersamaNya; itulah cara Allah menampakkan KemahasucianNya, dan caraNya memperdengarkan tasbihnya alam kepada anda.
(nukilan dari sufinews.com)
drama-drama hanya mengajarkan bagaimana mendapatkan cinta, setelah itu dramanya pun tamat. yang harus diajarkan adalah bagaimana mempertahankan cinta itu…



